Daerah

PMK di Bojonegoro, Wabup Nurul Azizah: Ikhlas Bukan Berarti Menyerah

aksesadim01
7896
×

PMK di Bojonegoro, Wabup Nurul Azizah: Ikhlas Bukan Berarti Menyerah

Sebarkan artikel ini
IMG 20260203 WA0010

BOJONEGORO – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, turun langsung ke lapangan meninjau kondisi peternak sapi yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Desa Kawengan, Kecamatan Kedewan, Senin sore (2/2/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan PMK berjalan optimal serta meringankan beban psikologis dan ekonomi para peternak.

Dalam peninjauan tersebut, Wabup Nurul Azizah didampingi jajaran Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Forkopimcam Kedewan, serta Kepala Desa Kawengan.

Kehadiran unsur lintas sektor ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menangani wabah PMK secara terpadu.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa sejumlah langkah cepat telah dilakukan di lokasi terdampak.

Di antaranya deteksi dini dan investigasi epidemiologi bersama pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat.

Selain itu, petugas juga melaksanakan pemeriksaan klinis ternak, pendataan populasi hewan rentan, serta penelusuran sumber dan potensi penyebaran PMK di wilayah Desa Kawengan.

Dalam arahannya kepada warga, Wabup Nurul Azizah mengajak seluruh peternak untuk tetap tenang dan melapangkan dada menghadapi situasi yang tidak mudah ini.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan akan hadir sepenuhnya di tengah masyarakat.

“Kami meminta bantuan Kapolsek dan Koramil untuk membatasi akses peternak dari luar agar tidak masuk ke lokasi ini. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi tetap kondusif dan mencegah potensi penyebaran penyakit lebih luas,” tegas Nurul Azizah.

Dia juga mengimbau para peternak agar tidak larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Menurutnya, keikhlasan bukanlah bentuk menyerah, melainkan kekuatan untuk bangkit dan bertahan di tengah ujian.

“Ikhlas bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ikhlas adalah cara kita berdiri lebih kuat. Bapak dan Ibu tidak sendirian, Pemkab Bojonegoro hadir dan akan terus mendampingi sampai kondisi benar-benar pulih,” ujarnya.

Wabup menambahkan, pemerintah daerah saat ini terus bergerak menyiapkan berbagai langkah penanganan lanjutan, baik secara teknis kesehatan hewan maupun bentuk bantuan lainnya bagi peternak terdampak.

Menutup arahannya, Nurul Azizah mengajak warga memanfaatkan momentum Malam Nisfu Syaban sebagai waktu yang tepat untuk berdoa dan memohon pertolongan Tuhan.

“Mari kita berdoa bersama, semoga musibah ini segera berlalu, kondisi kita semua dipulihkan, dan ke depan Bojonegoro menjadi lebih kuat serta lebih berkah,” pungkasnya. (Pro/er)