Daerah

Swakelola dan Transparan, Jalan BKKD Desa Gayam Bojonegoro Tuai Pujian Warga

aksesadim01
26
×

Swakelola dan Transparan, Jalan BKKD Desa Gayam Bojonegoro Tuai Pujian Warga

Sebarkan artikel ini
IMG 20260202 WA0034

BOJONEGORO – Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, berhasil menuntaskan pembangunan jalan rigid beton melalui Program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).

Proyek infrastruktur yang dikerjakan secara swakelola ini dinilai transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Jalan rigid beton tersebut memiliki panjang sekitar 680 meter dengan lebar 4,5 meter, menjadi akses vital bagi warga Dusun Sumur Pandan, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Keberadaan jalan ini sangat penting karena merupakan satu-satunya jalur utama yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Pemerintah Desa Gayam bersama Inspektorat Bojonegoro turun langsung ke lokasi melakukan pengecekan fisik lapangan, pada Senin (2/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan, proyek dinyatakan berjalan baik dan memenuhi standar teknis.

Kepala Desa Gayam, Winto, ST, mengapresiasi kinerja Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa yang sejak awal melibatkan masyarakat dan menjalankan proses pembangunan secara terbuka.

Menurutnya, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan, Pemdes Gayam berkomitmen mengelola dana BKKD dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara swakelola, transparan, dan akuntabel.

“Terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah memberikan program BKKD kepada desa kami. Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Winto.

Ia menjelaskan, jalan tersebut menjadi jalur utama keluar masuk warga Dusun Sumur Pandan, khususnya di wilayah RT 29, sehingga keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi.

“Setiap hari warga melintas di jalan ini. Dampaknya sangat terasa, bukan hanya lebih nyaman, tetapi juga mendorong peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Winto juga berharap pada tahun 2026 Desa Gayam kembali mendapatkan program BKKD dari Pemkab Bojonegoro agar pembangunan infrastruktur desa dapat terus berlanjut.

Manfaat pembangunan jalan rigid beton ini dirasakan langsung oleh berbagai kalangan, mulai dari petani hingga orang tua siswa.

Lasmi, warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan kondisi jalan yang kini mulus dan kokoh.

“Sekarang lebih mudah mengantar dan menjemput anak sekolah. Dulu jalannya rusak dan licin, sekarang jauh lebih aman dan nyaman,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Yanto, seorang petani yang setiap hari melintasi jalan tersebut menuju sawah.

Menurutnya, kondisi jalan yang baik mempermudah proses pengangkutan hasil panen, baik untuk dibawa pulang maupun dijual langsung ke pasar.

“Sekarang jalannya tidak licin dan tidak becek saat hujan. Panen jadi mudah diangkut kendaraan, harga hasil panen juga bisa lebih stabil,” ungkapnya.

Sebelumnya, jalan ini kerap menjadi keluhan warga karena rusak parah dan sangat licin saat musim hujan.

Kini, dengan dibangunnya jalan rigid beton, akses transportasi menjadi lebih aman, nyaman, dan lancar.

Secara strategis, infrastruktur ini dinilai mampu mendukung sektor pertanian, memperlancar distribusi hasil panen, menggerakkan roda perdagangan, serta menunjang akses pendidikan dan aktivitas masyarakat lainnya.

Pemerintah Desa Gayam meyakini bahwa pembangunan infrastruktur yang baik dan dikelola secara transparan merupakan kunci utama dalam meningkatkan perekonomian desa serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (er)