Peristiwa

Kebakaran SPPG Baureno Bojonegoro, Dinkes Keluarkan Himbauan Penting

aksesadim01
8828
×

Kebakaran SPPG Baureno Bojonegoro, Dinkes Keluarkan Himbauan Penting

Sebarkan artikel ini
IMG 20260202 WA0019

BOJONEGORO – Insiden kebakaran melanda dapur SPPG yang berada di Dusun Grogolan RT 04 RW 01, Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (2/2/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut menyebabkan dua pekerja dapur mengalami luka bakar serius, satu dirawat di RS muhammadiyah babat, Kabupaten Lamongan dan satunya dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro untuk mendapatkan penanganan medis lebih intensif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian kebakaran tersebut.

Langkah pertama yang dilakukan Dinkes adalah mengunjungi langsung korban di rumah sakit untuk memastikan seluruh tindakan medis telah diberikan secara maksimal.

Saat tim Dinkes tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kedua korban masih menjalani perawatan awal.

“Kami memastikan korban mendapatkan penanganan yang optimal. Saat kami datang ke IGD, korban masih dalam observasi. Sekitar pukul 10.00 WIB, korban menjalani tindakan operasi,” ujar Ninik, Senin (2/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dan Sekretaris Daerah Kabupaten Bojonegoro Edi Susanto sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap korban insiden kebakaran.

Selain ke rumah sakit, Dinkes Bojonegoro juga meninjau langsung lokasi dapur SPPG Sumuragung untuk memastikan kronologi kejadian.

Berdasarkan hasil penelusuran awal, kebakaran dipicu oleh kebocoran gas LPG saat proses memasak berlangsung.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 00.15 WIB dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan APAR milik SPPG, dibantu oleh Tim Damkarmat Pos Bantu Baureno serta Damkar Babat, Kabupaten Lamongan.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Ninik Susmiati menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peringatan serius bagi seluruh SPPG di Kabupaten Bojonegoro agar kejadian serupa tidak terulang.

Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro mengeluarkan sejumlah himbauan penting, di antaranya, penataan ulang jaringan gas di area pengolahan makanan.

Ruang tabung gas harus ditempatkan di luar dapur dan berada di area terbuka.

Antisipasi potensi kebakaran lain, seperti konsleting listrik.

Pelatihan khusus bagi petugas SPPG terkait pencegahan dan penanganan kebakaran.

Ketersediaan teknisi di setiap SPPG untuk memastikan sistem dapur aman dan layak

“Keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Kami berharap seluruh SPPG di Bojonegoro benar-benar memperhatikan standar keamanan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati. (er)