Daerah

Jalan Alternatif Balen Bojonegoro Dikebut, Petani Diuntungkan

aksesadim01
7613
×

Jalan Alternatif Balen Bojonegoro Dikebut, Petani Diuntungkan

Sebarkan artikel ini
IMG 20260128 WA0022

BOJONEGORO – Upaya percepatan pemerataan ekonomi di wilayah utara Kabupaten Bojonegoro terus digenjot.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah turun langsung meninjau proses pengecoran jalan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen, Rabu (28/1/2026).

Pembangunan jalan hampir 2 kilometer tersebut tidak hanya diproyeksikan sebagai sarana transportasi, tetapi menjadi jalur vital yang menghubungkan sentra pertanian desa dengan pusat Kota Bojonegoro, sekaligus memperkuat perputaran ekonomi warga.

Melalui program BKKD tahun anggaran 2025, Pemerintah Desa Mulyoagung merealisasikan anggaran sebesar Rp4,637 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan akses jalan di tiga dusun, yakni Dusun Sawit, Dusun Pencol, dan Dusun Tloko.

Saat tiba di lokasi, Bupati dan Wakil Bupati didampingi Kepala Desa Mulyoagung langsung meninjau titik pengecoran.

Di tengah aktivitas proyek, Bupati menyempatkan diri berdialog dan menyapa para pekerja, sekaligus memberikan motivasi.

“Semangat, Pak. Kualitas betonnya benar-benar dijaga, karena jalan ini akan menjadi urat nadi perekonomian warga,” ujar Bupati Setyo Wahono sambil menepuk bahu salah satu pekerja.

Kepala Desa Mulyoagung, Abdi Nugroho, menegaskan bahwa mutu pengerjaan menjadi prioritas utama dalam proyek tersebut.

“Infrastruktur yang kuat akan berdampak langsung pada efisiensi logistik. Jalan yang baik membuat biaya angkut hasil panen lebih murah, sehingga kesejahteraan petani dan warga meningkat,” jelasnya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, jalan sepanjang 1.886,5 meter ini juga memiliki fungsi strategis sebagai jalur alternatif utama bagi masyarakat Balen bagian utara.

Dengan adanya akses baru ini, warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur utama yang kerap padat kendaraan.

Abdi Nugroho menambahkan, pengerjaan fisik proyek dimulai sejak 30 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 15 Maret 2026.

“Kami optimistis jalan ini akan menjadi poros ekonomi baru. Distribusi hasil pertanian makin lancar, dan akses masyarakat menuju layanan pendidikan serta kesehatan di kota menjadi jauh lebih cepat,” pungkasnya. (er)