LAMONGAN – Akses vital warga di Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, mendadak lumpuh setelah Jembatan Sewor di Desa Sukorejo mengalami ambles dan dinilai berbahaya untuk dilalui.
Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Sukorame langsung bertindak cepat demi mencegah risiko kecelakaan.
Kerusakan jembatan pertama kali diketahui warga pada Jumat pagi (9/1/2026) sekitar pukul 08.51 WIB.
Begitu laporan masuk, petugas kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi struktur jembatan.
Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, S.Pd., membenarkan peristiwa tersebut.
Ia memastikan langkah cepat dilakukan dengan mengamankan area dan memasang tanda peringatan agar masyarakat tidak melintas.
“Setelah menerima laporan dari warga, anggota Polsek Sukorame langsung melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi karena kondisi jembatan membahayakan,” ujar Ipda Hamzaid.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan penurunan signifikan pada badan jembatan.
Sejumlah paving block terlepas dan bergeser, lantai jembatan mengalami lubang, sementara pembatas jembatan terlihat miring dan retak.
Tak hanya itu, di bagian bawah jembatan tampak bekas gerusan aliran sungai yang cukup parah, menandakan adanya erosi serius pada tanah penyangga.
Kondisi tersebut diduga kuat dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir yang membuat debit air sungai meningkat.
Padahal, Jembatan Sewor selama ini menjadi akses penting warga desa, terutama untuk kendaraan roda dua serta angkutan hasil pertanian.
Namun dengan kondisi terkini, jembatan dinilai tidak lagi aman, khususnya bagi kendaraan roda empat.
Sebagai langkah antisipasi, Kapolsek Sukorame AKP Hariono, S.Sos., bersama anggotanya langsung memasang garis polisi (police line) di titik-titik rawan kerusakan.
Himbauan larangan melintas juga disampaikan kepada masyarakat sekitar.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kejadian ini merupakan masalah infrastruktur serius yang membutuhkan penanganan cepat dan terkoordinasi.
Selain pengamanan lokasi, koordinasi dengan perangkat desa serta dinas terkait telah dilakukan agar perbaikan jembatan dapat segera dilaksanakan, baik secara darurat maupun permanen. (fs)







