BOJONEGORO – Menjelang masa tanam padi, kabar baik datang dari sektor pertanian Bojonegoro. Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro nyaris menyentuh 100 persen, dengan jenis NPK Phonska menjadi yang tertinggi dalam distribusi.
Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan berkat penguatan tata kelola dan sistem digital yang semakin transparan, terutama melalui penggunaan e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDK).
Sub Koordinator Pupuk dan Sarana Alsintan DKPP Bojonegoro, Tatik Kasiati, menjelaskan bahwa tingginya realisasi tidak lepas dari sosialisasi masif terkait Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025.
“Kami terus memperkuat pemahaman mengenai mekanisme penyaluran, kriteria penerima manfaat, hingga jenis pupuk yang disalurkan,” jelas Tatik, Rabu (10/12/2025).
Ia menegaskan bahwa digitalisasi melalui e-RDK membuat pemutakhiran data semakin akurat, sehingga distribusi pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran hingga ke tingkat petani.
Meski pupuk organik mencatat realisasi paling rendah, DKPP Bojonegoro memastikan distribusi akan terus dikejar hingga tuntas sesuai kebutuhan petani.
Guna menjamin kesiapan Bojonegoro menyongsong musim tanam yang padat, DKPP telah mengambil langkah antisipatif.
Menurut Tatik, pihaknya telah mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ke DKPP Provinsi Jawa Timur.
“Ini kami lakukan supaya kebutuhan pupuk di lapangan tetap aman dan kegiatan tanam berjalan lancar,” tutupnya. (er)







