Infotaiment

Wisata Religi Unik, Makam Mbah Mudzakir Ternyata Berada di Tengah Laut

orbitnasional333
7161
×

Wisata Religi Unik, Makam Mbah Mudzakir Ternyata Berada di Tengah Laut

Sebarkan artikel ini
1763511232511 copy 1280x761

DEMAK – Pagi yang tenang di pesisir Demak menyambut rombongan peziarah dari Dusun Pupus, Desa Blawi, Lamongan. Mereka melangkah pelan menuju makam Syekh Abdullah Mudzakir, atau yang lebih dikenal sebagai Mbah Mudzakir, sebuah destinasi religi yang memukau karena berada di area yang tampak mengapung di tengah laut. 

Keunikan makam ini bukan hanya pada lokasinya, tetapi juga pada atmosfer spiritual yang terasa kuat di antara debur ombak dan angin laut. Pemandangan hening bercampur nuansa sejarah menjadikan tempat ini magnet bagi ribuan peziarah setiap tahunnya.

Untuk mencapai kompleks makam seluas 250 meter persegi, peziarah harus menapaki jembatan kayu panjang yang membentang di atas air. Alternatifnya, mereka bisa menaiki perahu kecil yang mengantar langsung menembus ombak menuju area makam.

Dahulu, makam ini berada di sebuah daratan bernama Pulau Blekok. Namun, akibat abrasi dan perubahan garis pantai, wilayah itu kini terpisah dan dikelilingi hutan mangrove yang menjadi habitat kawanan burung blekok atau kuntul. Keindahan alam yang tersisa justru menjadikan makam ini semakin eksotis dan berbeda dari situs-situs religi pada umumnya.

Juru kunci makam, Ahmad, menuturkan bahwa Syekh Abdullah Mudzakir adalah sosok besar di pesisir utara Jawa. Selain berdakwah dan menyebarkan Islam, ia juga dikenal turut melawan penjajahan Belanda di penghujung abad ke-19.

“Makam ini bukan hanya tempat berziarah, tetapi juga menyimpan cerita perjuangan beliau dan keluarga,” jelas Ahmad.

Tak heran, banyak peziarah datang bukan sekadar untuk berdoa, tapi juga untuk mengenang keteguhan perjuangan dakwah di pesisir Jawa.

Salah satu peziarah, KH Muklis dari Lamongan, menyampaikan bahwa ziarah ke makam Mbah Mudzakir membawa ketenangan batin sekaligus renungan mendalam.

“Di sini kami membaca Al-Quran, tahlil, dan mengirim doa. Ini momen untuk mengingat jasa para wali serta merenungi makna kehidupan dan kematian,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Bagi KH Muklis dan banyak peziarah lainnya, tempat ini menawarkan pengalaman spiritual yang sulit ditemukan di lokasi lain.

Kini, makam Mbah Mudzakir menjadi salah satu ikon wisata religi Demak. Peziarah tak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri yang penasaran dengan sejarah peradaban Islam di pesisir utara Jawa.

Keberadaan makam yang kini jauh dari daratan bukan sekedar bukti keteguhan dakwah, melainkan juga pengingat keras tentang abrasi yang terus menghantui wilayah pesisir Bedono dan sekitarnya.

Di balik ketenangannya, makam ini menyimpan warisan spiritual dan sejarah yang tak lekang oleh waktu. (Red)